JAKARTA — Sebuah pertemuan penuh makna dan kehangatan berlangsung di Gedung PWM Jakarta. Dalam suasana bincang-bincang bersama penyair, cicit keturunan K.H. Ahmad Dahlan, sutradara, serta para pemain teater, sejarah perjuangan bangsa kembali hadir melalui dialog, karya seni, dan lantunan puisi yang menyentuh hati.
Sosok K.H. Ahmad Dahlan, tokoh pembaru dan pendiri Muhammadiyah yang kisah perjuangannya telah diangkat ke layar lebar, kini kembali menjadi sumber inspirasi dalam proses penggarapan sebuah pertunjukan teater kolosal yang direncanakan melibatkan sekitar 250 pemain.
Pertunjukan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 November 2026 di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Namun, ada satu momen yang begitu membekas dalam pertemuan tersebut.
Di sela-sela diskusi bersama keluarga keturunan K.H. Ahmad Dahlan, sutradara, dan para pemain, kami mendapat kesempatan membacakan sebuah puisi sebagai penghormatan kepada para pejuang bangsa.
Alhamdulillah, puisi yang kami lantunkan disambut dengan pelukan hangat dan air mata haru.
Bukan karena keindahan kata semata, melainkan karena setiap bait seakan membuka kembali lembaran perjuangan, pengorbanan, dan ketulusan para pendahulu yang telah mewakafkan hidupnya bagi agama, pendidikan, dan kemajuan bangsa.
Ada rasa haru yang sulit dilukiskan. Ketika sejarah tidak lagi hanya dibicarakan, tetapi benar-benar dirasakan. Ketika puisi menjadi jembatan antara masa silam dan generasi yang hidup hari ini.
Sebab pejuang sejati tidak pernah benar-benar pergi. Jasadnya mungkin telah menyatu dengan bumi, tetapi cita-cita, keteladanan, dan pengabdiannya terus hidup dalam ingatan anak cucu negeri.
Pertemuan ini menjadi pengingat bahwa seni, sastra, dan teater memiliki kekuatan untuk menjaga nyala sejarah agar tidak padam ditelan zaman.
Semoga pertunjukan teater kolosal mendatang menjadi persembahan yang bermakna, bukan sekadar tontonan, melainkan juga tuntunan bagi generasi penerus bangsa.
Karena bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mengenang para pahlawannya, tetapi bangsa yang mampu meneruskan nilai-nilai perjuangannya.

0 Comments