- Jendela Jiwa -"Tantri Subekti": Jejak
Showing posts with the label JejakShow all

🎬 Slamet Rahardjo: Maestro Perfilman Indonesia yang Tak Pernah Pudar dan Asa Seni Dumai yang Menyala

"Film bukan sekadar tontonan. Ia adalah potret jiwa bangsa, suara dari yang bisu, cahaya dari yang gelap."

— Slamet Rahardjo Djarot

Dalam dunia perfilman dan teater Indonesia, ada nama yang berdiri kokoh sebagai pilar utama, tak tergoyahkan oleh waktu, tak lekang oleh zaman. Ia adalah Slamet Rahardjo Djarot, seorang maestro sejati yang telah menorehkan jejak emas dalam jagat seni peran dan penyutradaraan tanah air.

✨ Kebersamaan yang Menyala dari Hati Siak Silaturahmi Akbar Keluarga Besar PII Jadi Oase Nilai di Tengah Dunia yang Berlari

📅 Siak, 25 Mei 2025

✍️ Tantri Subecti


“Di antara tangan yang berjabat, kami tak sekadar bertemu. Kami saling menemukan kembali. Dalam nama: persaudaraan.”

Pada sebuah sore yang damai di jantung sejarah Melayu — Siak Sri Indrapura — sepotong kisah langka kembali ditulis. Bukan dalam lembar-lembar dokumen resmi, tetapi di ruang batin para kader, alumni, dan simpatisan Pelajar Islam Indonesia (PII). Silaturahmi Akbar Keluarga Besar PII kali ini bukan hanya menjadi agenda temu kangen, tetapi menjadi momen penting untuk menyentuh kembali akar nilai: ukhuwah, perjuangan, dan keteladanan.

"Seni, Cinta, dan Takdir: Kisah Perjalanan Tantri Subekti"

 17 April2025 - Jendela Jiwa - "Tantri Subekti"

Perjalanan Takdir Tantri Subekti
Menelusuri Jejak Takdir di Tanah Jawa dan Dumai

Perjalanan waktu adalah alunan takdir yang tak pernah kita duga. Aku lahir di kota Wonosobo yang dingin, sebuah kota yang seakan dibalut kabut pagi yang penuh misteri. Dari sana, perjalanan hidupku mengalir, mengarungi sungai takdir yang membawa langkahku ke Yogyakarta, tempat di mana aku menuntaskan ilmu dan berjuang dengan segala mimpi.

Tantri Subekti: Menyulam Huruf, Menaklukkan Angin, Menghidupkan Suara

17 April2025 - Jendela Jiwa - "Tantri Subekti"

Dalam diam, ia bersuara. Dalam huruf, ia mencipta semesta. Dan dalam puisi, Tantri Subekti menanam keheningan yang mengakar dalam rasa.


Puisi yang Dilafalkan, Bukan Sekadar Dibaca

Di tengah derasnya lalu lintas kata di media sosial, Tantri Subekti hadir seperti bisikan di antara teriakan—lirih, namun menggetarkan. Puisinya tidak sekadar dipublikasikan. Ia dilafalkan. Ia dihidupkan. Dalam video puisinya yang viral di Instagram, “Ku Lafal Huruf A”, Tantri membaca dengan tubuh dan jiwa. Setiap huruf yang ia lafalkan bukan sekadar fonem, tapi gema dari perjalanan batin manusia.
Load More That is All
🏠 Home